Rabu, 23 Juni 2010

Buku Kota Banjar Diluncurkan

Buku terbentuknya Pemerintah Kota Banjar diluncurkan di Rumah Makan Murasaki Jl Pesanggrahan No 1 Pangandaran kemarin sekitar pukul 19.00. Buku berjudul Buku Abu-Abu (kilasan, catatan dan tulisan perjalanan menuju pemerintahan kota) ditulis oleh Sulyanati.


Penulisnya adalah putra Kota Banjar yang saat ini tercatat sebagai anggota KPU Kota Banjar. Hadir dalam peluncuran tersebut, Ketua DPRD Kota Banjar periode 2009-2014 Drs Dadang R Kalyubi, Wakil Sekjen Presidium Pemekaran Pangandaran Untung Saefuloh serta tokoh masyarakat Banjar.

Menurut Sulyanati, istilah abu-abu sengaja dipakai agar pembaca memberikan sugesti sendiri terhadap kilasan catatan di dalamnya, sehingga diharapkan pemaknaan dari pembaca mampu membangun sebuah pendapat menuju nilai kebenaran. “Saya berharap buku ini menjadi layanan informasi, bahan diskusi, referensi bagi siapa pun mengenai jati diri kebanjaran,” ungkapnya.

Terbentuknya Kota Banjar, lanjut dia, bukan merupakan sebuah hadiah atau kehendak perorangan, melainkan kehendak segenap masyarakat yang memiliki komitmen menjadikan Banjar sebagai daerah otonom. Diakui, Buku Abu-Abu masih memerlukan analisis dan sistematika lebih dalam. Membuat buku itu tak sesederhana yang dibayangkan, terutama berkaitan berbagai dokumen yang berbeda. “Saya harap buku ini juga nantinya ada edisi rivesi, dimana input dan koreksi dari pembaca mampu menyempurnakan buku ini.

Saya juga berharap peluncuran Buku Abu-Abu dapat menjadi motivasi bagi teman-teman presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran,” ungkapnya. Wakil Sekjen Presidium Pemekaran Pangandaran Untung Saepulloh yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik peluncuran Buku Abu-Abu. “Saya mewakili masyarakat Pangandaran memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penulis dan seluruh pihak terkait serta masyarakat Banjar.

Mudah-mudahan buku ini mampu menjadi pemacu semangat membangun Kota Banjar, ” ungkapnya. Buku Abu-Abu, lanjut dia, secara tidak langsung bisa menjadi motivasi dan semangat bagi masyarakat Ciamis Selatan yang saat ini sedang berjuang memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis.

Sementara Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi berpendapat Buku Abu-Abu menjadi sebuah upaya dalam mencatat perjalanan terbentuk dan lahirnya Kota Banjar. “Saya kira dalam buku ini ada gambaran yang tegas dan jelas bagaimana lahirnya Kota Banjar serta memberikan pemahaman yang benar,” terangnya. “Jika ada yang masih kurang dan perlu ditambahkan bisa direvisi. Yang penting pemaknaannya saat ini, bagaimana kita mulai berjuang, membuat sinergitas bersama ddan membuat harmoni kehidupan sosial menata Kota Banjar,” ungkapnya. (nay)


Sumber :
http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=822:buku-kota-banjar-diluncurkan&catid=85:pangandaran&Itemid=265
24 Maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar